Indonesia scam literacy · Bahasa Indonesia
Panduan memakai booklet OJK untuk mengenali scam dan melapor
Panduan berbahasa Indonesia untuk memisahkan tanda penipuan, bukti transaksi, portal IASC, laporan aktivitas ilegal dan janji pemulihan palsu.

Pisahkan pencegahan, pelaporan, dan pemulihan
Setelah menemukan dugaan penipuan, korban sering menerima terlalu banyak saran sekaligus. Urutan yang lebih aman adalah menghentikan transfer, mengamankan rekening dan perangkat, menyimpan bukti, lalu memilih kanal resmi sesuai jenis kejadian. Urutan ini tidak menjanjikan seluruh dana kembali. Ia membantu mencegah kerugian kedua dan memberi penyedia layanan informasi yang dapat diperiksa.
OJK menerbitkan booklet Waspada Penipuan pada 14 Agustus 2026. Halaman resmi itu mengarahkan korban penipuan transaksi keuangan ke IASC dan laporan mengenai indikasi aktivitas keuangan ilegal ke SIPASTI. Gunakan halaman OJK sebagai titik awal, kemudian ketik alamat portal resmi secara langsung. Jangan mengikuti tautan laporan yang dikirim oleh akun yang belum diverifikasi.
Buat kronologi sederhana sebelum menghubungi pihak mana pun. Catat waktu, metode komunikasi, identitas yang diklaim, rekening atau alamat tujuan, jumlah, jenis aset, nomor transaksi dan tindakan yang sudah dilakukan. Pisahkan fakta yang terlihat dari dugaan tentang pelaku. Kronologi yang rapi lebih berguna daripada cerita yang berubah karena tekanan atau rasa malu.
Tandai setiap langkah dengan status seperti belum dilaporkan, tiket dibuat, sedang ditinjau atau membutuhkan data tambahan. Status yang jelas mencegah janji lisan dianggap sebagai hasil. Simpan waktu akses ke halaman resmi karena instruksi portal, kategori laporan atau dokumen yang diminta dapat berubah.
Amankan rekening, akun, dan perangkat
Hubungi bank, dompet elektronik, bursa atau penyedia pembayaran melalui aplikasi resmi atau nomor yang ditemukan sendiri. Tanyakan apakah transaksi dapat ditandai, diblokir atau ditelusuri sesuai prosedur mereka. Waktu dapat penting, tetapi kecepatan tidak boleh membuat korban memberikan PIN, kata sandi, kode sekali pakai atau seed phrase kepada orang yang menelepon lebih dahulu.
Jika kredensial dimasukkan pada halaman palsu, ganti kata sandi dari perangkat yang bersih. Amankan email utama, periksa sesi aktif, alamat pemulihan dan aturan penerusan. Cabut perangkat atau aplikasi yang tidak dikenali. Bila kartu atau SIM terlibat, hubungi penyedia resmi dan simpan nomor laporan.
Jangan menghapus percakapan, bukti transfer atau riwayat browser sebelum salinan yang aman dibuat. Simpan file asli dan buat salinan kerja yang sudah menyamarkan informasi sensitif. Bukti publik dapat mencakup alamat situs, nomor rekening tujuan, hash transaksi, nama profil dan waktu; rahasia autentikasi tidak perlu masuk ke berkas laporan.
Jika perangkat menjalankan aplikasi kendali jarak jauh atau file asing, putuskan koneksi dan minta bantuan teknis tepercaya. Jangan memakai perangkat tersebut untuk masuk ke rekening lain sampai kondisinya diperiksa. Mengganti kata sandi dari perangkat yang masih dikendalikan penipu dapat langsung membocorkan kata sandi baru.
Pilih IASC untuk penipuan transaksi keuangan
Gunakan portal IASC yang dirujuk oleh OJK ketika kasus berkaitan dengan penipuan transaksi keuangan. Siapkan kronologi, identitas rekening atau tujuan, bukti transfer dan nomor laporan dari penyedia pembayaran bila tersedia. Isi hanya informasi yang diminta pada portal resmi dan simpan nomor referensi setelah pengiriman.
Laporan adalah permintaan penanganan, bukan jaminan pengembalian. Status transaksi, jalur pembayaran, waktu pelaporan dan keberadaan dana dapat memengaruhi hasil. Hindari pihak yang menjual akses khusus ke IASC atau menjanjikan pembekuan instan dengan biaya awal.
Jika ada beberapa transaksi, buat satu daftar yang mempertahankan urutan waktunya. Jangan menggabungkan jumlah dari rekening berbeda tanpa penanda. Untuk aset kripto, sertakan jaringan, token, hash dan alamat tujuan tanpa membagikan private key. Untuk transfer bank, bedakan waktu instruksi, waktu debit dan waktu penerimaan yang diketahui.
Periksa kembali ejaan domain sebelum mengunggah dokumen. Situs tiruan dapat muncul setelah korban mencari bantuan. Buka rujukan dari halaman OJK atau bookmark yang telah diverifikasi, bukan iklan pencarian atau pesan langsung. Hentikan proses jika halaman meminta pembayaran, instalasi aplikasi, kode OTP atau akses ke layar.
Gunakan SIPASTI untuk indikasi aktivitas ilegal
OJK juga menunjuk SIPASTI untuk laporan mengenai indikasi aktivitas keuangan ilegal. Pertanyaan pertama adalah apa yang ingin dilaporkan: transaksi penipuan yang sudah terjadi, penawaran layanan ilegal, entitas yang mencurigakan, atau kombinasi beberapa hal. Memilih kategori yang tepat membantu laporan mencapai proses yang sesuai.
Simpan nama entitas, alamat situs, nomor telepon, akun media sosial, materi promosi dan pernyataan izin yang digunakan. Jangan menyimpulkan bahwa izin palsu hanya dari tampilan logo. Bandingkan klaim dengan direktori atau pengumuman resmi dan tulis hasil pemeriksaan secara terbatas.
Jika sebuah promosi menggunakan nama regulator, bank atau aparat, verifikasi organisasi itu melalui kanal yang ditemukan secara mandiri. Nomor kasus, lambang dan tanda tangan dapat disalin. Pihak resmi tidak perlu menghalangi korban melakukan verifikasi terpisah.
Jangan melakukan transaksi kecil untuk menguji apakah layanan ilegal benar-benar membayar. Uji semacam itu menambah paparan dan dapat mengirim data baru kepada pelaku. Bukti yang sudah tersedia, catatan resmi dan pemeriksaan kanal regulator lebih aman daripada mencoba produk yang dicurigai.
Tolak jasa pemulihan yang meminta biaya awal
Penipu pemulihan dapat mengetahui jumlah kerugian, nama platform atau alamat tujuan karena data korban dijual atau dibagikan. Pengetahuan itu bukan bukti bahwa mereka memegang dana. Waspadai biaya hukum, pajak, jaminan, gas, asuransi atau aktivasi yang harus dibayar sebelum pencairan.
Verifikasi kantor hukum, lembaga atau penyidik melalui situs dan nomor resmi yang ditemukan sendiri. Jangan menelepon nomor pada pesan pemulihan. Tanyakan apakah orang, kasus dan layanan tersebut benar-benar ada. Simpan jawaban verifikasi dan hentikan komunikasi bila pihak yang menghubungi menolak pemeriksaan mandiri.
Jangan mengirim dokumen identitas penuh, data rekening atau akses dompet kepada pihak pemulihan yang tidak terverifikasi. Jika dokumen sudah terlanjur dikirim, buat jalur penanganan risiko identitas yang terpisah: beri tahu penyedia terkait, pantau akun dan simpan setiap upaya impersonasi berikutnya.
Tutup laporan dengan tindakan yang dapat dibuktikan
Ringkasan akhir harus menunjukkan transaksi asli, tindakan pengamanan, nomor tiket penyedia, referensi IASC atau SIPASTI, data yang belum diketahui dan tanggal pemeriksaan berikutnya. Jangan mengubah status menjadi selesai hanya karena seseorang menjanjikan pengembalian. Gunakan status yang benar seperti dilaporkan, sedang ditinjau, ditolak atau membutuhkan informasi tambahan.
Panduan ini bersifat edukatif, hanya untuk orang dewasa berusia 18+ yang memenuhi hukum setempat, dan bukan janji pemulihan atau nasihat hukum. Terapkan prinsip responsible play: untuk perjudian, gunakan hanya dana hiburan yang tidak diperlukan bagi kebutuhan pokok, jangan mengejar kerugian dan manfaatkan pusat permainan bertanggung jawab untuk batas, jeda, pemblokiran, pengecualian diri dan dukungan. Perlindungan utama setelah scam adalah berhenti mengirim uang.
